
Marten hampir menekan tombol “bayar” ketika sesuatu di layar ponselnya membuatnya berhenti.
Malam itu, ia sedang terburu-buru menyelesaikan sebuah transaksi menggunakan DANA. Sebuah QRIS sudah terpampang di hadapannya. Nominal pembayaran terlihat benar, tetapi nama penerima membuat Marten merasa ragu.
“Sebentar… kenapa namanya berbeda?” gumamnya.
Ia kembali memeriksa QRIS tersebut. Marten sadar bahwa selama ini ia sering terlalu percaya pada tampilan pembayaran untuk bermain Online Taruhan Olahraga. Selama jumlah uang terlihat sesuai, ia biasanya langsung melakukan konfirmasi.
Kali ini berbeda.
Marten memilih tidak terburu-buru. Ia memeriksa kembali nama penerima, nominal, dan sumber QRIS yang diberikan kepadanya. Ia juga memastikan informasi pembayaran berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
Semakin diperiksa, semakin ia merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Akhirnya, Marten membatalkan transaksi.
“Untung belum aku tekan,” katanya sambil menghela napas.
Beberapa saat kemudian, temannya menghubungi Marten dan bertanya mengapa pembayaran belum dilakukan. Marten menjelaskan apa yang terjadi.
“Kalau tadi langsung bayar, mungkin uangnya sudah terkirim ke penerima yang salah,” jawabnya.
Temannya terdiam sebelum berkata, “Berarti jangan pernah terburu-buru kalau pakai QRIS.”
Marten mengangguk.
Sejak kejadian itu, ia memiliki kebiasaan baru. Setiap kali menggunakan QRIS melalui DANA, ia selalu memeriksa nama penerima dan nominal transaksi sebelum melakukan konfirmasi. Ia juga tidak pernah memberikan PIN, OTP, atau informasi keamanan akun kepada siapa pun.
Bagi Marten, pengalaman malam itu memberikan pelajaran sederhana: transaksi digital memang cepat, tetapi keputusan tidak harus terburu-buru.
Satu kali memeriksa ulang mungkin hanya membutuhkan beberapa detik. Namun, beberapa detik itu bisa mencegah penyesalan yang jauh lebih panjang.
Tinggalkan Balasan